Postingan

Sinopsis Film Today is Ended

Gambar
Sutradara: Ilham Akbar Genre Film: Action  Batasan Usia: 17+       Film ini menceritakan tentang seorang pria yang bernama Wisnu, ia adalah seorang narapidana yang kabur dari sebuah penjara, tetapi ketika ia kabur, ada seorang Polisi (Pratama) yang mengejarnya, pada akhirnya baku tembak pun terjadi antara Wisnu dan seorang Polisi yang mengejar Wisnu tersebut, ketika baku tembak sedang terjadi, nahasnya pistol yang di pakai oleh Wisnu justru kehabisan peluru, dan akhirnya Wisnu pun lari sekencang-kencangnya, dan Polisi tersebut pun mengejar Wisnu, sampai ketika, Polisi tersebut menembakkan timah panas ke udara, mendengar tembakkan tersebut Wisnu pun terdiam dan mengangkat tangannya dengan raut muka yang begitu cemas. Polisi tersebut berbicara kepada Wisnu, "tenang gua ga bakal masukin lo ke penjara lagi, asal lo mau ikutin apa yang gua mau." Wisnu pun memilih untuk menghiraukan perkataan tersebut, dan langsung berkelahi.       Perkelahian tersebut pada awalnya di

Mengapa Film Selalu Terkena "KRITIK"?

Gambar
     Kritik, kritik, dan kritik. Mengapa film tersebut selalu dikritik? Ya mungkin begitulah pertanyaan beberapa orang yang selalu mempertanyakan mengapa sebuah film selalu dikritik. Memang wajar saja, jika sebuah film selalu di kritik, karena memang dari segi sistem politik, Negara kita adalah Negara yang demokratis, artinya semua masyarakat Indonesia bebas menyampaikan apapun itu, khususnya menyampaikan kritik. "Pemerintah aja di kritik apa lagi film", benar bukan? Ya pasti benar. Tetapi mengapa sebuah film selalu menjadi sasaran empuk bagi para sufi (suka film) untuk selalu di kritik? Jika kita melihat dari banyak faktor, ataupun dari beberapa sisi, kita harus melihat kritikan tersebut melalui beberapa alasan yang setidaknya alasan ini sangat logis. Lalu apa saja ya alasannya? Berikut alasan-alasan mengapa sebuah film selalu di kritik: 1. Kurang Bermutu        Jelas saja, mutu sebuah film sangatlah penting, karena penting sekali bagi film untuk selalu bermutu, dar

Pesan "Equality Gender" Pada Film Passengers

Gambar
       Film Passengers merupakan film bergenre science fiction yang dirilis pada tahun 2016. Film tersebut disutradarai oleh Morten Tyldum, dan di bintangi oleh Chris Pratt dan Jennifer Lawrence, film ini menceritakan tentang sebuah kapal yang bernama "Bintang Avalon" sedang menjalankan suatu misi tertentu. Di perjalananya, kapal ini tidak di kemudikan oleh seorang pilot, tetapi pilot dibuat otomatis, sehingga ketika kapal tersebut menabrak meteor, dan kapal tersebut memperbaiki sendiri, awak kapal yang ada di dalamnya pun berjumlah 5 ribu orang, dan semua awak kapal tersebut sedang diistirahatkan. Tiba-tiba diantara awak kapal yang sedang diistirahatkan, Chris Pratt yang berperan sebagai James Preston bangun dari tidurnya, padahal pada waktu itu, awak kapal belum diperbolehkan untuk bangun karena belum sampai kepada tujuan yang di capai, ketika bangun dari tidurnya James Preston pun sempat kebingungan dan mencari  seseorang  di kapal tersebut. Tetapi yang hanya ia temu

Kenisbian Perfilman

Gambar
       Dalam buku Pokok-pokok Antropologi Budaya (T.O.Ihromi, 2013: 13) mengatakan bahwa kalau seorang awam (artinya bukan ahli antropologi) dihadapkan dengan kebudayaan berlainan sekali dari kebudayaannya, dia akan cenderung untuk menilai kebudayaan itu menurut "kaca mata" budayanya sendiri. Jika diinterpretasikan kutipan tersebut adalah kutipan yang menjelaskan bahwa orang yang bukan ahli antropologi adalah orang yang tidak mengerti perbedaan antara kebudayaan yang dianut oleh dirinya sendiri dan dianut oleh orang lain, dan menganggap budaya orang lain adalah budaya yang aneh. Prilaku tersebut adalah yang selama ini disebut dengan "kenisbian", lalu apa hubungannya dengan perfilman?      Pada saat ini film-film dari luar negri maupun dari dalam negri sudah tidak bisa terhitung oleh jari kita, karena jumlahnya sudah tidak sedikit. Maka dari itu, dengan adanya perkembangan film, tentunya ada dampak kepada masyarakat yang setidaknya menyukai beberapa genre fi

Film Sebagai Realitas Bentukan Sutradara dan Representasi Kehidupan Sosial

Gambar
     Haaiiii... Sudah lama saya tidak menulis di blog ini tentang perfilman, sudah hampir mau satu  tahun tampaknya.  Dan pada akhirnya saya bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya bisa menulis kembali disini. Pada kali ini, saya akan membahas permasalahan mengenai perfilman yang memang saat ini menjadi hal yang pada umumnya digandrungi oleh banyak orang. Permasalahannya adalah apakah benar jika seseorang berpendapat apakah film harus masuk akal? Dan apakah benar juga film harus tidak masuk akal?Jika ingin tahu jawabannya, silahkan teruskan bacanya.      Ya dari judul diatas sudah di nyatakan bahwa "film sebagai realitas bentukan sutradara dan representasi kehidupan sosial", dari judul tersebut mari kita jelaskan dari satu persatu kalimatnya, realitas bentukan sutradara merupakan kebenaran yang dibuat-buat oleh sutradara atau pembuat film sehingga adegan dalam film tersebut terlihat seperti benar-benar terjadi, padahal adegan te

Tontonlah Genre Film Yang Sesuai Dengan Umur Kamu

Gambar
  Pada saat ini, semakin berkembangnya film di indonesia pun semakin marak juga anak-anak yang dibawah umur yang sering melanggar batasan yang dimilikinya. Umur pun berpengaruh terhadap film yang mereka tonton. Karena, dengan menonton film dapat merubah perilaku khalayak yang menontonnya baik merubah secara kecil maupun besar. Memang, banyak sekali bioskop-bioskop yang tetap menjual tiket kepada anak yang dibawah umur. Dan hal itu kurang diperhatikan oleh orang tua. Oleh karena itu, kali in penulis mencoba memberikan informasi mengenai genre fim apa saja yang patut di tonton untuk anak dibawah umur dan genre  film yang sudah bisa di tonton ketika berumur 18 tahun keatas. 1. Genre Action: Sebaiknya, genre action ditonton untuk yang berumur 18 tahun keatas. Karena unsur kekerasan didalam film yang bergenre action sangatlah tinggi. Oleh karena itu, film yang bergenre action tidak diperbolehkan untuk anak dibawah umur. 2. Genre Filosofis: Ya, film yang satu ini memang film yang me

Bebas Menyampaikan "Apa Saja" Hanya Ada Di Film

  Seniman ataupun musisi merupakan orang-orang yang bergulat atau berkecimpung dalam dunia seni, seni merupakan sesuatu hal yang sering dijadikan sebagai tempat pengekspresian diri. Menari, menyanyi, melukis dan lain-lain adalah salah satu bentuk menyampaikan ekspresi seseorang. Pelukis misalnya, seorang pelukis bebas melukis apapun yang ia inginkan. Begitupun dengan para penari dan penyanyi, walapun seni tidak hanya 3 aspek yang menyangkut melukis, menari dan menyanyi tetapi 3 aspek ataupun 3 pekerjaan tersebut sudah mewakilkan bagaimana yang dikatakan seni. Banyak sekali pelukis terkenal karena lukisan yang menarik perhatian masyarakat. Tetapi, jika dipikirkan dengan nalar. Mereka hanya bermodalkan bakat dan tidak ada aturan dalam menyalurkan bakatnya tersebut, tetapi banyak sekali pelukis yang terkenal, sebuah ironi memang. Begitupun dengan para penyanyi dan penari, yang hanya bermodalkan suara dan kelihaian dalam memainkan tubunya. Banyak juga penyanyi yang tidak sama sekali mengu